Pidato Inspiratif Steve Jobs di Stanford University

Berikut adalah pidato inspiratif Steve Jobs di Stanford University pada tahun 2005. Dalam pidato ini, kita akan belajar bagaimana mempersiapkan materi yang baik dalam sebuah presentasi atau pidato formal dan menyampaikannya dengan bahasa mudah.

Silakan Anda saksikan terlebih dahulu video berikut sebelum membaca analisis lebih lanjut.

 

Pembuka:

Rules of Three

Salah satu teknik berbicara yang bisa membuat audiens fokus adalah membagi pembicaraan dalam 3 bagian. Dalam pidato ini, secara gamblang Steve Jobs menyampaikan, “Today I want to tell you three stories of my life. That’s it. No big deal. Just three stories.”

Pembukaan ini begitu ringkas dan mempersiapkan audiens untuk mendengarkan apa tiga cerita yang akan disampaikan Steve Jobs selanjutnya.

 

Kisah dan Cerita

Dalam pidato ini, Steve Jobs menggunakan cerita atau kisah pribadinya. Memberikan pidato atau presentasi dengan kisah memudahkan seorang pembicara terhubung dengan audiensnya. Kita semua senang mendengarkan cerita. Bahkan audiens yang paling tidak perhatian pun akan mulai fokus ketika mendengarkan cerita.

 

Isi Pidato:

Kisah Pertama: Connecting The Dots (Menghubungkan Titik-Titik)

Steve memulai cerita bagaimana dia dilahirkan dan diadopsi oleh keluarga sederhana. Bahkan ayah-ibu angkatnya bukanlah lulusan universitas namun mereka berjanji akan mengirim Steve untuk kuliah. Steve melanjutkan cerita bagaimana dia kuliah di Reed College dan belajar kaligrafi dan penggunaan font. Pada saat itu tidak ada hubungan langsung antara apa yang dia lakukan saat itu dengan apa hubungannya dengan pekerjaan di masa mendatang.

“You have got to trust in something, your gut, destiny, life, karma, whatever. Believing that the dots will connect down the road will give you the confidence to follow your heart. Even when it leads you off the well worn path, and that will make all the difference.”

Anda harus percaya pada sesuatu, keberanian takdir, kehidupan, karma atau apa saja. Percaya bahwa titik-titik tersebut akan berhubungan satu sama lain dan memberi Anda keyakinan untuk mengikuti kata hati. Meskipun hal itu akan membawa Anda ke jalur yang berbeda dari jalur yang banyak dilalui orang, dan itulah yang akan membuat sebuah perbedaan besar.

 

Kisah Kedua: Love and Loss (Cinta dan Kehilangan)

Steve bercerita bagaimana dia membangun Apple dari garasi rumah bersama sahabat dekatnya menjadi perusahaan besar bernilai jutaan dolar. Ketika perusahaan semakin besar, Apple merekrut seseorang yang dianggap pantas untuk memimpin perusahaan. Awalnya semua berjalan baik sampai adanya perbedaan pandangan dan visi tentang masa depan perusahaan. Ternyata board of directors memihak pada pemimpin perusahaan tersebut dan Steve dipecat dari perusahaan yang dia dirikan. Bagaimana mungkin Anda dipecat dari perusahaan yang Anda dirikan sendiri?

Inilah kehilangan terbesar dari Steve Jobs. Sesuatu yang dia buat dengan sungguh-sungguh hilang begitu saja. Namun satu hal yang tidak pernah hilang dia selalu mencintai apa yang dia kerjakan. Steve memulai kembali dari awal. Dia mendirikan NeXT kemudian Pixar yang menjadi studio animasi terbesar dunia dengan film fenomenal saat itu, “Toy Story”. Pada akhirnya NeXT dibeli oleh Apple dan Steve kembali ke perusahaan yang dia dirikan dan membangun Apple bangkit dari keterpurukan.

Semua ini tidak akan terjadi jika dia tidak dipecat dari Apple. Sebab pada masa-masa itulah periode paling kreatif dia jalani. Hidup terkadang seperti pil yang sangat pahit namun diperlukan untuk menyembuhkan seorang pasien.

 

“Sometimes life hits you in the head with a brick. Don’t lose faith. I’m convinced that the only things that kept me going was that I loved what I did. You’ve got to find what you love.”

Kadangkala hidup sedemikian berat seperti batu yang menimpa kepala Anda. Jangan hilang keyakinan. Saya yakin yang membuat saya terus bertahan karena saya mencintai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda cintai.

 

“And the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it.”

Satu-satunya cara untuk membuat kerja hebat adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda belum menemukan, teruslah mencari. Jangan berpuas diri. Hati Anda akan mengetahuinya ketika Anda telah menemukannya.

 

Kisah Ketiga: Death (Kematian)

Steve bercerita bagaimana dia menghadapi kematian ketika divonis menderita kanker pankreas yang tidak bisa disembuhkan. Dengan vonis tersebut Steve menjalani hari-harinya dengan berbuat yang terbaik setiap hari yang bisa dia lakukan.

Setiap kali hendak bekerja Steve mengajukan pertanyaan, “Jika hari ini adalah hari terakhir hidup saya, apakah saya ingin melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?”

Mengingat bahwa kita akan mati akan membantu untuk selalu membuat pilihan besar dalam hidup.

“There is no reason not to follow your heart.”

Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti hati Anda.

 

“Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become.”

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani kehidupan orang lain. Miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda. Mereka sedikit banyak sudah tahu akan menjadi siapa Anda nantinya.

 

Penutup

Steve menutup pidatonya dengan bercerita kisah di masa muda ketika dia dan teman-teman memilih sebuah kutipan dari majalah. Kutipan itu pula yang dia sampaikan buat seluruh mahasiswa Stanford yang baru lulus, “Stay Hungry, Stay Foolish”.

Inilah “call to action” atau seruan yang diinginkan Steve Jobs agar diingat oleh audiens setelah pidatonya berakhir.

Tetaplah merasa lapar dan bodoh, agar Anda terus belajar dan mencari sesuatu yang besar dan bermanfaat buat hidup Anda.

 

Kesimpulan

Pidato ini salah satu pidato sambutan terbaik yang paling banyak dikutip orang. Pesan-pesan yang disampaikan Steve Jobs begitu menggugah buat setiap orang terutama generasi muda agar selalu mengikuti kata hati, pantang menyerah, dan senantiasa bersungguh-sungguh untuk berbuat yang terbaik.

Secara cerdas Steve Jobs menggunakan kisah dan membaginya dalam tiga bagian. Ini membuat audiens mudah memahami dan mengingat pesan yang hendak disampaikan. Menyampaikan pidato lewat kisah juga membuatnya lebih menarik dan terasa lebih pribadi.

Sebagai penutup, ringkas pidato Anda dalam sebuah kalimat sederhana yang mudah diingat sebagai seruan akhir yang membuatnya terus dikenang oleh audiens.

Artikel Menarik Lainnya:

Enjoy this post? Please share the love...
About Muhammad Noer

Seorang praktisi di bidang presentasi. Baginya, menguasai keterampilan presentasi sama dengan menguasai keterampilan komunikasi publik. Dapatkan buku yang ditulisnya di sini atau baca profil lengkapnya di sini.

Sampaikan Komentar Anda

  1. Iskak Sugiyarto berkomentar:

    Thanks Cak Noer… bagaimana di Singapore?

  2. Mahendra Utoro berkomentar:

    DAHSYAT…Video ini..steve jobs give someting very powerfull…sangat berguna utk jalani khidupan sehari hari..walau telah tiada, Steve Jobs, tetap menjadi legendaris Inovator abad 21 ini..

  3. Ikky Fauzi berkomentar:

    kutipan yg sungguh menggugah hati ini…''stay hungry, stay foolish''..mksh atas sharenya pak bambang..:)
    INSPIRATIF

  4. Arif Pambudi berkomentar:

    human is uniquely amazing. believe in your heart! "there will be a miracle if you believe", kata orang bijak. makasiiih!!!*)

  5. Tuti Sumartiasih berkomentar:

    luar biasa, sangat inspiratif dan saya merasa terbantu , tengkyuuuu

  6. Denpri berkomentar:

    Terimakasih ..saya terinspiransi untuk melakukan perbaikan diri… terimakasih Mas. Noer.

  7. herdica berkomentar:

    tk’s berguna buat bikin presentasi besolk..

  8. Eko Kuswoyo berkomentar:

    luar biasa selalu bangkit dari keterpurukan

  9. bokedstia berkomentar:

    sungguh menarik benar, smga bermanfaat bukan buat saya aja tetapi buat seluruh pembaca

  10. Amrin Tarigan berkomentar:

    Luar Biasa Bang Noer…. Aku terinspirasi banyak.

  11. Rifki berkomentar:

    Great Bang Noer…

  12. linson berkomentar:

    Artikel yang inspiratif dan memotivasi pembaca untuk berbuat lebih lagi dalam hidup.thanks.

  13. Didin A berkomentar:

    Terbukti dengan menggunakan metode “number ways” audiens akan lebih memahami apa yang disampaikan dalam pidato atau presentasi. Sukses untuk semua

  14. Uswatun Hasanah berkomentar:

    stay hungry , stay foolish….:D

  15. Surya berkomentar:

    Thank you for sharing this video mas Noor, his words was very powerful. He’s waking me up for a better future :)

  16. mayoh berkomentar:

    Pidato yg menguatkan Jiwa disaat Ujian selalu melanda……..Syukron:)

  17. Yendraliza berkomentar:

    Wonderful, benar-benar hidup.

  18. umi zuraida berkomentar:

    Terimakasih sharingnya. sangat menginspirasi

  19. ari berkomentar:

    sangat menarik n motivasi yg bagus

  20. Toni Sudartono berkomentar:

    Terimakasih mas Noer…..luar biasa…..sangat memotivasi.

  21. Joko Kartono berkomentar:

    siiiiiiiiippppp

  22. Handayani Saja berkomentar:

    ,, terimakasih mas muhammad noer.. kali ini materinya yang membuat saya makin bersemangat untuk terus berusaha.. suwunn…

  23. Bianky Christine Matatula berkomentar:

    terima-kasih, sangat bermanfaat.

  24. Eriman Pagaralam berkomentar:

    dahsyat Mas Noer, makasih banyak pokoe.

  25. Dany Pudjiantoro berkomentar:

    inspiring and motivating…………..luar biasa.

  26. Diki Wahyu Yudi berkomentar:

    thanks

Situs yang membuat link ke halaman ini

  1. [...] mungkin pernah mendengar atau bahkan menyaksikan kehebatan komunikasi visual Steve Jobs, keterampilan berbicara tingkat tinggi Barrack Obama, dan teknik berpidato para pembicara publik. [...]

  2. [...] buku “The Presentation Secret of Steve Jobs”, Carmine Gallo menceritakan bagaimana Steve Jobs sedemikian teliti mempersiapkan presentasinya. Setelah seluruh konsep presentasi dan slide yang [...]

Sampaikan Komentar Anda

*