Presentasi Ade Rai – Membangun Indonesia Sehat dan Kuat

tedxjakarta-ade-rai

Di mata Ade Rai, kunci dari kesejahteraan hidup manusia adalah kesehatan dan gaya hidup sehat. Ade Rai membagi visinya ini di TEDx Jakarta pada tahun 2010, tentang bagaimana membangun indonesia yang sehat dan kuat.

Kita akan membedah struktur presentasinya berikut ini, berdasarkan kaidah-kaidah presentasi yang dijelaskan dalam buku Presentasi Memukau.

Silakan Anda simak video berikut dan perhatikan ulasannya:

 

 

Analisis Presentasi

Ade Rai – Membangun Indonesia Sehat dan Kuat

 

Pembuka

Pembukaan adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah presentasi. Di bagian inilah seorang presenter menciptakan motivasi untuk para audiens untuk menyimak. Audiens harus mendapatkan ‘what’s in it for me’ dengan jelas. Jika seorang presenter gagal di bagian pembukaan, artinya ia gagal menunjukkan pada audiens bahwa presentasinya berguna dan layak untuk disimak.

Ade Rai, bahkan sejak sebelum slide pertama ditampilkan, sudah berhasil merebut perhatian penonton dan membuat sebagian penonton tertawa terbahak-bahak. Kalimat pertamanya, setelah mengucapkan salam, adalah sebuah joke. Ia menyadari bahwa badannya sangat besar dan berotot jika dibandingkan presenter lain yang tampil sebelumnya. Namun kata-kata pertamanya adalah,

“Saya tidak ada bedanya dengan teman-teman lain. Bedanya saya dengan teman-teman (presenter) yang lain hanya satu, yaitu ‘pala’ saya lebih kecil sehingga saya kelihatan lebih gede.”

Dengan joke pembuka ini, penonton yang perhatiannya tersedot pada tubuhnya yang besar dan kekar, langsung dibuatnya tertawa. Dan bagi Ade Rai sendiri, keberhasilannya membuat penonton tertawa ini pun membuatnya rileks dalam berinteraksi dengan audiens. Sebelumnya, kata-katanya terdengar agak terlalu cepat diucapkan.

Ia menyambung dengan mengutarakan ‘what’s in it for me’ bagi penonton, meski disampaikannya dengan setengah bercanda. Ia menyampaikan sebuah tips bagaimana agar tubuh kita terlihat lebih besar.

“Ada dua cara untuk membuat tubuh kita tampak lebih besar. Pertama, dengan gedein badan. Dua, adalah dengan ngecilin pala.”

Dan joke ini pun berhasil merebut perhatian penonton lebih banyak lagi.

Pembukaannya mungkin tidak secara langsung bisa dihubungkan dengan isi presentasi. Namun, pembukaan yang diajukannya jelas mampu merebut perhatian audiens dengan sangat baik. Ia membuka presentasinya dengan akrab dan bersahabat.

 

Isi

Sudah dijelaskan di buku Presentasi Memukau bahwa seorang presenter harus mampu membuat audiens merasa bahwa persoalan yang disampaikan presenter adalah juga persoalan mereka yang harus diselesaikan.

Ade Rai mengajukan permasalahan awal.

“Kalau kita berbicara ‘sehat’, kadang kita menggunakan standarisasi yang sederhana. Yaitu, sehat artinya ‘tidak sakit’.”

Mungkin tidak semua penonton bisa memisahkan permasalahan ini dari struktur presentasi secara keseluruhan, tapi ia mengajukan berbagai cara lain untuk mengukur kesehatan diri setiap orang dengan skor-skor yang lebih akurat, dengan berbagai cara yang sederhana. Ini membuat audiens mengerti bahwa ada definisi lain untuk mengukur kesehatan diri selain sekedar ‘tidak sakit’.

Ade Rai mengajukan definisi sehat yang lain. Sehat adalah,

“Kondisi di mana pikiran dan tubuh ada di puncak efisiensi.”

Dan ini akan menghubungkan isi presentasi dengan audiens. Manusia mana yang tidak ingin dirinya ada di puncak efisiensi? Ini membuat semua audiens ingin ‘sehat’ yang lebih dari sekedar ‘tidak sakit’.

Ia mengaitkan kesehatan dengan judul presentasinya.

“Bangsa yang kuat itu masyarakatnya sehat. Masyarakatnya sehat artinya sumber daya manusianya kuat.”

Ia juga menyampaikan parameter kesehatan bangsa, diantaranya adalah usia harapan hidup yang wajar di sebuah bangsa. Ia membandingkannya langsung dengan menyajikan data-data perbandingan antara Amerika (78 tahun) dan Indonesia (60 tahun). Tanpa tercantum di slide, ia menerangkan juga usia harapan hidup Jepang (100 – 120 tahun).

Ini berpengaruh pada keyakinan umum di Indonesia tentang kapan kita akan meninggal.

“Kita membuat sebuah batasan keyakinan. Kita pikir kita akan game over, selesai, di usia 60 tahun. Padahal kenyataannya kita bisa hidup lebih dari itu.”

Ia lalu menjelaskan hal-hal yang menyebabkan usia harapan hidup menjadi rendah. Faktor terkuat (80%) adalah karena gaya hidup yang tidak sehat, dan faktor yang tidak kuat adalah karena hal-hal yang terkait sumber penyakit (20%).

Beberapa hal menarik lain, diantaranya tentang kualitas pertanyaan seseorang tentang kesehatan menunjukkan kualitas dirinya. Juga tentang menjaga serta mengatur makanan. Beberapa statement-nya cukup menarik dan mudah untuk diingat.

Justru dengan mengatur uang dan makanan, hidup menjadi lebih nikmat.

Ia memberi bobot yang agak banyak tentang cara makan pada presentasinya. Dan ia menekankan bahwa gaya hidup sehat sangat terkait dengan manajemen makanan.

Ia juga menganjurkan makan sebelum lapar.

“Makan sebelum lapar, adalah makan yang rasional. Makan ketika lapar biasanya menjadi makan yang emosional.”

Yang sangat menarik, ia melihat bahwa ujung tombak kesehatan bangsa adalah ibu yang sehat.

“Seorang ibu akan menurunkan kebiasaan hidup sehat dan makan yang sehat kepada anak-anaknya. Dan kebiasaan hidup sehatnya juga akan membuat sehat suami dan keluarganya.”

Jadi kesehatan tidak sepenuhnya diturunkan secara genetis. Yang lebih banyak diturunkan adalah kebiasaan gaya hidup sehat atau tidak sehatnya.

Secara umum, presentasinya cenderung meluas, bukan memusat.

 

Penutup

Di bagian penutup, ia mengajak semua audiens untuk menerapkan informasi-informasi yang dipelajari maupun diketahui. Apapun yang kita inginkan, sebanyak apapun informasi yang sudah kita miliki, tak akan mencapai tujuan tanpa ada aksi. Ia mengajukan sebuah rumusan sederhana yang mudah diingat terkait hal ini:

Motivasi + Informasi + Aksi = Destinasi

 

Kesimpulan

Dalam sesi presentasinya, Ade Rai sangat berhasil merebut perhatian penonton sejak menit-menit pertama. Pembukannya adalah pembukaan yang baik.

Masuk ke bagian isi, Ade Rai menyajikan banyak informasi yang terkait dengan kesehatan dan gaya hidup sehat. Namun demikian, tidak semua informasi yang disajikannya langsung bisa dihubungkan dengan judul presentasinya, “Membangun Indonesia Sehat dan Kuat”. Informasi yang disajikannya cenderung menyebar, bukan membawa audiens untuk menyetujui sebuah gagasan tertentu. Presentasinya lebih kepada menyajikan informasi. Meski begitu, keterangan-keterangan yang diajukannya terkait gaya hidup sehat cenderung menarik dan mudah untuk dihubungkan dengan keseharian audiens.

Di bagian penutup, ‘call-to-action’-nya jelas. Ia mengajak audiens untuk tidak sekedar mengerti dan memahami, tapi juga melakukan aksi, khususnya yang terkait dengan mengubah gaya hidup diri sendiri menjadi gaya hidup sehat.

Secara umum, presentasi disajikannya dengan gaya santai, bahkan mungkin bicaranya serta pergantian tema-tema informasinya cenderung agak cepat. Ade Rai menyajikan presentasinya dengan percaya diri, tak lupa juga menyelipkan beberapa humor yang relevan dan cukup untuk membuat tertawa.

Slide-slide-nya cenderung memiliki tampilan yang biasa saja. Namun ia mengimbanginya dengan penjelasan-penjelasannya yang informatif, mudah dipahami, dan selipan-selipan humor.

Secara keseluruhan, presentasinya menjadi sebuah presentasi yang cukup menarik dan sangat layak untuk disimak.

Gambar Ade Rai dari Computesta.com

Credit: TEDx Jakarta

Artikel Menarik Lainnya:

 
 
Ads-Header-Diskon-Khusus-Presentasi
 
 

 
 

Silakan baca artikel menarik lainnya:

About Herry Mardian

Herry Mardian sangat tertarik pada apapun yang berhubungan dengan 'seni menjelaskan sesuatu' maupun segala hal yang membuat orang lain bisa memahami sesuatu dengan lebih mudah. Pria kelahiran Mei 1974 ini dikenal para sahabatnya dalam banyak imaji: sebagai seorang seniman, pemikir, pengarang, pembaca buku, penulis, fotografer, penyair, ilustrator, desainer, psikolog, maupun seorang mentor. Lihat profil lengkapnya di sini.

Sampaikan Komentar Anda

  1. Kurocan Bibeh berkomentar:

    muantab sekali pak noer ini.., presenasinya pak ade rai memotivasi saya :D terimakasih pak noer.. udah publish materi-materinya di blog bapak.

  2. Kurocan Bibeh berkomentar:

    muantab sekali pak noer ini.., presenasinya pak ade rai memotivasi saya :D terimakasih pak noer.. udah publish materi-materinya di blog bapak.

  3. Sungguh luar biasa analisa Pak Noer, sangat tajam dan tepat sasaran. Akan lebih luuuaaar biasa lagi kalau chart presentasi pak Ade Ray ini sudah mengikuti pola Presentasi yang pak Noer ajarkan. Thanks berat pak Noer, video ini sangat memberkati saya dan memompa semangat saya untuk berbagi hidup sehat kepada keluarga dan teman-2.

    • Salam Pak Agus,

      Terima kasih sudah datang berkunjung dan memberikan komentar di website ini.
      Semoga artikel ini memberi semangat untuk hidup lebih sehat buat kita semua.
      Saya dan tim presentasi.net senang jika bisa memberikan manfaat kepada banyak orang.

  4. Suharyono,S.T. berkomentar:

    pak Noer, saya minta slide inspiratif -nya.
    Mohon dikirim ke :

    Suharyono, S.T.
    Material Control Manager
    PT. TS Tech Indonesia
    EJIP Plot 7D1-7D2 cikarang Selatan Bekasi
    17550.

    Setelah saya terima, saya akan kirim uangnya.
    Syukur alhamdulillah, bila saya bisa diberikan secara cuma-cuma.
    Terimakasih mas Noer…
    Sukses Selalu,

    Salam.
    Suharyono

  5. Stevi Motoh berkomentar:

    berbicara itu mudah….. sejak kecil kita semua sudah diajari bicara, tetapi bebicara agar dapat menarik simpati orang banyak perlu sebuah seni. Dan inilah yang saya coba peroleh dari pelbagai tips-tips dan juga sharing pegalaman melalui presentasi. terima kasih…. salam untuk pak noer.

Situs yang membuat link ke halaman ini

  1. […] contoh seperti apa yang dilakukan Ade Rai dalam presentasinya di ted.jkt.org. Dia […]

  2. […] contoh seperti apa yang dilakukan Ade Rai dalam presentasinya di ted.jkt.org. Dia […]

Leave a Reply