Menampilkan Bahasa Tubuh Yang Memukau Dalam Presentasi

al-gore-gesture

Segala yang Anda tampilkan ketika presentasi—baik itu suara, slide maupun bahasa tubuh yang Anda tampilkan—adalah komunikasi. Karena itu, menampilkan bahasa tubuh yang baik menjadi penting. Demikian pula, menghindari bahasa tubuh yang kontra produktif terhadap presentasi Anda menjadi sebuah keharusan.

Bahasa tubuh adalah respon alami tubuh. Karena itu Anda tidak bisa membohonginya.

Ketakutan, kekhawatiran dan ketidakpercayaan diri dengan sendirinya akan terpancar dari bahasa tubuh yang Anda tampilkan. Sebaliknya, ketika Anda merasa yakin, percaya diri dan menikmati presentasi yang Anda bawakan, dengan sendirinya bahasa tubuh yang positif akan tertampilkan.

Oleh karena itu, langkah pertama dalam menampilkan bahasa tubuh yang positif adalah dengan memiliki keyakinan dan kepercayaan diri ketika tampil.

 

Bahasa Tubuh Negatif

Pernahkah Anda cukup teliti memperhatikan orang yang menyilangkan kaki, memasukkan tangan ke kantong, atau menyembunyikan tangan ke belakang?

Itu adalah contoh bahasa tubuh yang kurang baik dan harus Anda hindari ketika memberikan presentasi.

 

Tangan di saku

Ketika Anda memasukkan tangan ke saku, Anda tampak kurang terbuka. Seolah-olah ada yang ingin Anda sembunyikan. Sikap ini juga secara alami muncul jika Anda tidak terlalu yakin dengan apa yang Anda bicarakan. Hindari melakukan hal ini. Segera keluarkan tangan Anda setiap kali Anda sadar telah memasukkan tangan ke dalam saku celana.

 

Tangan di belakang

Bentuk lain dari bahasa tubuh yang kurang terbuka adalah menaruh tangan Anda di belakang pinggang. Sama seperti memasukkan tangan di saku, hal ini menunjukkan kurangnya keterbukaan.

 

Berdiri dengan bertumpu di satu kaki

Tak jarang seorang pembicara tampil dengan bertopang pada satu kaki. Kaki yang satu menahan bobot tubuh, sedangkan kaki yang lain lebih santai. Cara ini, selain terlihat tidak indah karena tubuh Anda akan miring ke salah satu sisi, juga menunjukkan presenter tampil seperti orang malas dan tidak serius dalam menyampaikan presentasi.

 

Menggaruk hidung atau kepala

Tak jarang presenter melakukan bahasa tubuh negatif berulang-ulang, diantaranya menggaruk-garuk hidung atau menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal. Ini terjadi karena kurang percaya diri. Jika Anda memiliki kebiasaan ini, hilangkan segera. Segera hentikan, jika Anda sadar telah melakukannya dalam sebuah presentasi.

 

Bahasa Tubuh Positif

Setelah Anda mengetahui bahasa tubuh yang harus dihindari, sekarang saya ingin mengajak Anda melihat bagaimana bahasa tubuh yang baik itu sebenarnya.

Cobalah praktekkan ini di hadapan cermin. Atau lebih baik lagi, rekam bahasa tubuh Anda dan saksikan sendiri bagaimana Anda tampil.

 

Berdiri tegak, namun rileks

Ketika Anda yakin dan percaya diri, Anda akan berdiri tegak dengan mantap. Tubuh bertumpu pada kedua kaki yang membuka dengan tidak terlalu lebar, namun juga tidak terlalu sempit. Kedua tangan menggantung rileks di kiri dan kanan tubuh Anda, siap untuk digunakan ketika Anda hendak memberi penekanan tertentu pada materi presentasi. Dada dan kepala tegak dengan meyakinkan, namun tidak menunjukkan kesombongan.

 

Gunakan gerakan tangan (gesture) yang sesuai

Jika Anda memperhatikan para presenter hebat, mereka memanfaatkan anggota tubuhnya untuk ikut berbicara. Ketika ingin menjelaskan sesuatu yang sangat besar, mereka memberi simbol lingkaran yang besar dengan tangannya. Ketika menunjukkan sebuah kemajuan dan pertumbuhan, mereka menggerakkan tangan dari bawah ke atas. Itulah beberapa gesture yang dapat Anda pelajari untuk memberi efek lebih kuat lagi pada presentasi Anda.

Bayangkan ketika Anda memiliki slide yang visual, suara yang mantap, dan gesture tubuh untuk memberi penekanan. Akan sangat mudah bagi Anda untuk membuat audiens tetap berkonsentrasi pada materi presentasi dan mengingatnya. Gesture, disamping slide dan kata-kata yang diucapkan, akan membuat presentasi Anda memiliki kekuatan tambahan.

 

Tersenyum

Senyum yang tulus dan wajar memberi kekuatan pada presentasi Anda. Tersenyumlah secara natural, jangan memaksakan. Senyum seperti rasa percaya diri. Ia akan menyebar kepada audiens Anda.

 

Gesture yang mengiringi kata-kata, penekanan nada suara maupun slide, akan menambah kekuatan message yang ingin disampaikan.”

—Muhammad Noer

 

Photo Credit: Paramount Classic Pictures

Artikel Menarik Lainnya:

 
 
Ads-Header-Diskon-Khusus-Presentasi
 
 

 
 

Silakan baca artikel menarik lainnya:

About Muhammad Noer

Seorang praktisi di bidang presentasi. Baginya, menguasai keterampilan presentasi sama dengan menguasai keterampilan komunikasi publik. Dapatkan buku yang ditulisnya di sini atau baca profil lengkapnya di sini.

Sampaikan Komentar Anda

  1. masukan yg bagus..

  2. Infonya bagus nih :)

    Tks ya

  3. Alaika Abdullah berkomentar:

    trims atas tipsnya Pak… boleh dishare bagi teman2 lain yang membutuhkan ya mas?

  4. linson berkomentar:

    Thanks atas infonya,kita jadi mengetahui kekurangan selama ini dalam hal presentasi.Setelah mengetahui bahasa tubuh yang baik akan menambah percaya diri dalam berkominukasi melalui presentasi.sukses selalu pak Nur.

  5. Bagus sekali, tampaknya kalo sy menerapkan ini pd sy terpancar..makasih artikelnya…

  6. cukup memukau atas artikelnya setelah saya baca banyak hal yang saya dapatkan untuk praktekan nantinya. Thank's Mas Noer.

  7. Trisefa berkomentar:

    Sangat membantu, dan mudah untuk dipahami, Thank’s mas Noer

  8. Cocok ni dipraktekkan…

  9. Cocok ni dipraktekkan…

  10. Cocok ni dipraktekkan…

  11. linson berkomentar:

    Artikel yang sangat membantu saya secara pribadi,tanpa disadari selama ini telah banyak melakukan hal-hal yang kurang tepat saat berkomunikasi kepada audiens,semoga ke depan tambah pd karena sudah mengetahui tipsnya.thanks.

  12. very good,,, gimana caranya melatih suara aagar saat presentasi gak datar2 aja..thx

  13. betul sekali saya akan praktekkan,

  14. Anderiasta Tarigan berkomentar:

    Buku yang cukup menarik di jaman banjir infromasi ini..Selamat atas terbitnya buku yang mas N.
    ur janjikan pada pengunjung setia blog ini….

  15. Nanny Natalia Mulyani Soetedjo berkomentar:

    thanks a lot.

  16. …bagus sekali bahan2nya….buku Anda sangat bermanfaat….saya menyarankan mahasiswa2 saya untuk memakai e-book Anda sebagai referensi….sukses selalu Mas…

  17. ,, sipp… akan semakin baik presentasi kita nanti!

  18. setelah membca artikel ni aq kan berusah tuk mempraktekkanx,, semoga aja bisa…..

  19. its a good idea,,,
    siap utk d praktekan sabtu ini,,, semangat!

  20. sya ingin seperti dia, bisa ga ya.

  21. makasih atas ebook dan artikelnya. salam sukses

  22. Sangat beruntung saya tergabung dengan blog Mas Nur, ini akan menambah kepercayaan diri saya untuk presentasi…berkarya terus mas…Terima kasih.

  23. Terimaksih …

  24. Sangat bagus bagi orang-orang muda yang ingin maju. Saya akan rekomendasikan untuk cucu-cucu saya. Sukses selalu mas Noer. Wass ww

  25. terimakasih banyak persentasi.net banyak menginspirasi

Situs yang membuat link ke halaman ini

  1. […] diakui Al Gore memiliki kemampuan menampilkan ekspresi wajah dan gesture yang sangat baik. Ini membantunya dalam menggunakan humor dalam presentasi. Anda bisa melihat mimik […]

  2. […] visual kepada audiens. Jangan lupa untuk senantiasa menciptakan kontak mata dan menampilkan bahasa tubuh yang bersahabat. Dengan demikian, tercipta rasa saling percaya dan hubungan yang sehat antara Anda dengan […]

  3. […] Tunjukkan semangat dan antusiasme lewat ucapan, bahasa tubuh, dan seluruh aspek komunikasi Anda. […]

  4. […] yang baik akan memberikan kesan yang baik untuk penampilan Anda. Satu lagi jangan lupa gunakan bahasa tubuh Anda dengan baik untuk memperkuat setiap gagasan yang Anda […]

  5. […] Presentasi adalah sebentuk komunikasi. Komunikasi presentasi dilakukan secara terpadu: lewat suara, gambar, dan bahasa tubuh. […]

  6. […] kejelasan alur presentasi Anda. Sampaikan materi dengan penuh antusias dan semangat, optimalkan bahasa tubuh dan intonasi suara Anda. Buat audiens Anda terlibat dalam presentasi Anda dengan mengajukan […]

  7. […] bahwa anda peduli dengan mereka. Gunakan juga cerita, analogi, humor, variasi suara, tempo, jeda, body language untuk menyentuh emosi audiens […]

  8. […] Menampilkan postur yang benar dan bahasa tubuh yang memukau […]

  9. […] Tunjukkan semangat dan antusiasme lewat ucapan, bahasa tubuh, dan seluruh aspek komunikasi Anda. […]

Leave a Reply